percakapan
Percakapan terakhir dengan seorang teman yang sedang merantau ke negeri seberang menyadarkanku tentang suatu hal, yakni niat baik kadang tak selalu terlaksana dengan baik pula...bahkan tak jarang niat dan tindakan yang "mungkin baik" ditanggapi dengan cara yang tidak kita harapkan."
aku : udah makan?
teman : udah, tadi makan nasi+sayur+nugget
aku : makan kok cuman begitu, gimana kau mau sehat?
teman : gak papa lah
.................
.................
.................
(setelah beberapa jenak ngobrol)
aku : ya sudah, istirahatlah
(teman lama menjawab)
aku : jangan telat makan
aku : jangan lupa sholat
aku : jaga diri ya....
aku : jaga kesehatan, jangan sampai kau jatuh sakit...ingat "teman" kau ada di negeri orang
aku : kalau sakit, maka keluargamu yang repot
(akhirnya teman pun menjawab)
teman : jangan sok tau...aku gak suka itu
teman : jangan suka ngurusin orang lain
teman : urus aja diri lo sendiri
(dan aku pun terhenyak bahkan percakapan tak lagi berlanjut dengan nyaman)
................
...............
...............
(hingga akhirnya...)
teman : ternyata kau memang perempuan
aku : dari dulu aku memang perempuan
aku : perempuan pengecut yang tak berani bermimpi
aku : seumur hiduo dan sampai mati
(akhirnya setelah beberapa saat berlalu, akupun menyudahi pembicaraan dan segera log off)
percakapan tadi mengingatkanku tentang seseorang yang tak lagi mau berbicara denganku dan bahkan memintaku untuk jangan pernah berpikir aneh2 tentangnya setelah aku begitu khawatir mendengar kabar dia jatuh sakit....
Entah salah atau benar, tanpa bisa kucegah, aku jadi semakin berhati-hati...bahkan ada semacam kemarahan yang begitu besar didiriku entah pada siapa...tapi yang pasti aku jadi tak lagi berani untuk terlalu memberi perhatian pada orang lain, meski hanya sekedar mengingatkannya untuk makan dan sholat.
ya, mungkin memang aku yang terlalu berlebihan....maafkan aku teman...maafkan aku sobat.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home