Tuesday, December 29, 2009

Pertunjukan Hujan

Siang tadi hujan deras...Sedemikian derasnya hingga kabut air begitu tebal menghalangi pandang. Kilat dan guntur pun saling kejar...meski akhirnya guntur tak pernah menang.
Hembusan angin yang tadinya semilir makin lama makin kencang bahkan sampai pucuk-pucuk pohon kelapa di halaman menari dengan riang.
Alam sedang memainkan tontonan yang amat dikuasainya...

Pertunjukan Hujan


Kunikmati keriuhan pesta cuaca itu dari sebalik jendela, meski terhalang pandangku dari tirai-tirai plastik yang tergantung tanpa daya yang masing-masingnya hanya tertahan oleh lekukan sedalam 3 milimeter dan selebar 5 centimeter pada sebuah sistem penyangga tirai yang juga terbuat dari paduan plastik dan besi. Kuamati dengan cermat titik-titik hujan yang menghujam bumi tanpa ampun, tajam namun tak menyakiti. Ribuan titik air yang tak mampu kuhitung lagi jumlahnya itu lalu menyatu lagi di hamparan tanah yang berlapis paving block, lalu berjalan pelan di jalur yang tak rapi namun jelas. Ya...jelas alurnya mengalir nuju lapisan paving block yang lebih rendah, terus dan terus....hingga ke kali di pinggir jalan, pun sebagian ada yang terjebak di cekungan terendah dan jadilah kolam. Kolam-kolam air yang kecil tak dalam. Tak beriak....

Tak lama, kala hujan mulai menipiskan kabut airnya, segerombolan pemuda pemudi berlari kecil beriringan..berlari mereka diantara rintik hujan dan tertawa bersama sembari melompat-lompat kecil menghindari kolam-kolam air kecil yang tak dalam dan tak beriak...Namun tak semua lompatan itu berhasil, ada beberapa yang harus mengalah pada kolam-kolam air kecil yang tak dalam dan tak beriak yang jumlahnya lumayan banyak di halaman itu, hingga kaki-kaki beralas sandal dan sepatu itu pun harus merasakan dinginnya air yang basah. Tak terlalu basah memang, tapi cukup membuat teriakan dan serapah kecil berlompatan dari bibir pemuda pemudi yang berlari kecil beriringan diantara remah-remah sisa hujan...Lalu mereka menghilang di ujung jalan.

Beberapa jenak kemudian mendung pun kehabisan airnya dan hujan pun sirna, hilang...dan mentari mengintip dari balik gerumbul awan di ujung siang ini.....Petir dan guntur bersembunyi entah dimana, dan angin mulai berjalan pelan tak lagi mau membiarkan dedaunan jejogetan....

Aku masih lah tetap di balik jendela, memandang akhir dari pertunjukan hujan yang disajikan dengan penuh khidmat oleh alam....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home